![]() |
PADANG, KITAPUNYA.ID — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperketat pengawasan dan perawatan seluruh armada transportasinya.
Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat penglaju di Ranah Minang yang menggantungkan mobilitas harian mereka pada jalur baja.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, manajemen KAI Divre II Sumbar menggelar aksi nyata berupa pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian armada secara menyeluruh, atau yang dikenal sebagai Ramp Check. Tidak berjalan sendiri, inspeksi ketat ini dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang.
Langkah sinergis ini juga diperkuat dengan Pemeriksaan Detail Serentak terhadap Safety Critical Personnel (SCP) sarana, melibatkan jajaran manajemen hingga garda terdepan petugas teknis di lapangan.
Dalam aksi tersebut, tim gabungan menyisir berbagai titik krusial yang menjadi 'jantung' operasional perkeretaapian di Sumatera Barat. Mulai dari aktivitas di emplasemen Stasiun Padang, kompleks Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang, hingga kawasan stabling tempat armada diparkirkan. Setiap sudut fasilitas diperiksa secara saksama untuk memastikan tidak ada ruang sekecil apa pun bagi potensi malafungsi teknis.
Sinergi Fasilitas Penopang Keandalan Armada
Pengawasan mendalam ini berfokus pada berbagai aspek vital perkeretaapian, seperti kebersihan interior dan eksterior gerbong, optimalisasi sistem pendingin udara (AC), performa pengereman, ketersediaan perangkat keselamatan darurat, hingga kesiapan menyeluruh dari setiap lokomotif yang akan menarik rangkaian.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, memaparkan bahwa setiap fasilitas perawatan memiliki peran interkoneksi yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga performa seluruh armada—mulai dari lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang, hingga Kereta Rel Diesel (KRD).
"Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang, serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap kesiapan operasional harian kita. Perawatan berkala ini bertujuan untuk menjaga keandalan dan kelancaran perjalanan kereta api di wilayah kerja Divre II Sumbar," ujar Reza.
Reza menambahkan bahwa seluruh perawatan periodik telah diatur menggunakan jadwal yang ketat dan sistematis. Hal ini dilakukan demi menjamin seluruh sarana dapat melayani pelanggan secara optimal tanpa kendala teknis yang berarti di lintas operasi.
Tiga Pilar Strategi Inovasi KAI Sumbar
Untuk menjawab tantangan modernisasi transportasi dan ekspektasi publik yang kian tinggi, KAI Divre II Sumbar kini menerapkan tiga strategi utama berbasis inovasi dan teknologi:
Pemeliharaan Preventif secara Ketat: Langkah antisipatif berupa perawatan berkala sebelum lokomotif dan kereta diizinkan beroperasi. Pemeriksaan kereta mencakup komponen teknis tingkat tinggi seperti bogie, pegas, axle box, roda, bantalan (bearing), serta sistem pengereman. Sementara pada lokomotif, inspeksi berfokus pada kabin masinis, instrumen pengendali, dan kelengkapan alat keselamatan.
Peningkatan Kompetensi SDM: Investasi berkelanjutan pada aspek manusia melalui pelatihan rutin dan program sertifikasi bagi para teknisi perawatan. Hal ini krusial untuk menjaga standar kualitas pengerjaan agar tetap berada pada level tertinggi.
Penerapan Teknologi Digital: Digitalisasi proses pemantauan menggunakan aplikasi mobile, dashboard berbasis web, serta checksheet digital. Inovasi ini memungkinkan status dan jadwal perawatan sarana terpantau secara langsung (real-time).
Keselamatan Tanpa Kompromi
Bukan sekadar rutinitas teknis, keandalan armada dinilai memiliki korelasi langsung dengan aspek keselamatan jiwa penumpang. KAI Divre II Sumbar sadar betul bahwa standardisasi perawatan yang tinggi dapat meminimalisir risiko gangguan di tengah perjalanan sekecil mungkin.
Sebagai langkah mitigasi darurat, KAI Divre II Sumbar juga melakukan peningkatan signifikan pada fasilitas depo dan kesiapsiagaan tim penanganan kondisi darurat. Salah satu wujud konkretnya adalah penyediaan perangkat rerailing jack equipment modern yang berfungsi mempercepat proses evakuasi jika terjadi insiden sarana anjlok.
Tak hanya menyediakan alat, pihak manajemen juga melakukan normalisasi ukuran balok tumpuan agar alat evakuasi tersebut bekerja lebih efisien. Kualitas peralatan kerja otomatis (electric tools) terus ditingkatkan, diiringi kalibrasi berkala pada instrumen alat ukur demi menjaga akurasi hasil perawatan tetap optimal sesuai regulasi yang berlaku.
"Keselamatan adalah harga mati dan hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan perkeretaapian. Oleh karena itu, setiap lini perawatan, pemeriksaan, hingga proses ramp check selalu kami kawal ketat agar seluruh armada memenuhi standar keamanan tertinggi," tegas Reza.
Melalui penguatan sistem perawatan yang terintegrasi, digital, dan adaptif ini, KAI Divre II Sumbar menegaskan kembali posisinya untuk selalu menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, andal, dan selamat di Sumatera Barat. Perawatan intensif ini menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan dalam menjaga dan merawat kepercayaan besar yang telah diberikan oleh masyarakat kepada moda transportasi kereta api.
.
.jpg)
0 Komentar
silakan komentar yang berguna