Demi Nyawa Penumpang dan Warga, KAI Sumbar Eksekusi 3 Perlintasan Liar di Padang Pariaman


Petugas saat menutup perlintasan liar di kawasan Padang Pariaman. Ist 

PADANG PARIAMAN, KITAPUNYA.ID – Langkah tegas diambil oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dalam menekan angka kecelakaan di jalur besi. 

Pada Selasa (19/5), KAI Divre II Sumbar mengeksekusi penutupan tiga titik perlintasan liar secara serentak di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Aksi bersih-bersih perlintasan ilegal ini tidak dilakukan sendiri. Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan, turun langsung ke lapangan memboyong tim manajemen dan pengamanan KAI. Mereka bahu-mambahu bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman, TNI/Polri, perangkat Wali Nagari dan Wali Korong, tokoh masyarakat, hingga komunitas pecinta kereta api (Railfans).

Sinergi besar-besaran ini menjadi bukti bahwa urusan keselamatan di jalur kereta api sudah masuk dalam level darurat yang harus diselesaikan bersama.

Lebar Hanya 2 Meter, Tapi Taruhannya Nyawa

Ketiga perlintasan ilegal yang ditutup tersebut rata-rata memiliki lebar sekitar 2 meter. Meski terlihat kecil, titik-titik ini menjadi "jalur maut" yang sangat berisiko karena kerap dilewati warga tanpa adanya fasilitas keselamatan, rambu resmi, maupun pengawasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa penutupan ini merupakan harga mati demi menegakkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang.

“Setiap perlintasan liar memiliki potensi risiko tinggi terhadap keselamatan. Langkah penutupan ini adalah bagian dari upaya kami menjaga nyawa masyarakat sekaligus memastikan operasional perjalanan kereta api berjalan aman,” ujar Reza tegas.

Komitmen KAI Sumbar: Ratusan Titik Liar Mulai "Dibersihkan"

Tindakan tegas di Padang Pariaman ini bukanlah yang pertama. KAI Divre II Sumbar mencatat tren agresif dalam menutup perlintasan liar dari tahun ke tahun demi memitigasi risiko kecelakaan.

Berikut adalah data perlintasan liar yang berhasil ditutup KAI Sumbar dalam beberapa tahun terakhir:

Tahun Jumlah Perlintasan Liar yang Ditutup

2023 8 titik

2024 20 titik

2025 18 titik

2026 (Hingga Mei) 14 titik

Edukasi Masif: Kereta Tidak Bisa Ngerem Mendadak!

Selain tindakan represif berupa penutupan jalan, KAI Sumbar juga gencar melakukan pendekatan persuasif. Sepanjang tahun 2026 saja, KAI telah menggelar sosialisasi di 21 titik perlintasan, mengedukasi siswa di tiga sekolah, serta memasang berbagai media peringatan di area rawan.

Reza mengingatkan masyarakat bahwa kereta api membawa ratusan hingga ribuan nyawa penumpang dalam sekali jalan. Secara teknis, kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang dan mustahil untuk berhenti secara mendadak jika ada kendaraan atau warga yang nekat melintas.

Oleh karena itu, KAI mengimbau keras agar warga beralih menggunakan akses penyeberangan resmi yang jauh lebih aman dan memenuhi standar.

"Keselamatan perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kami meminta dengan sangat agar masyarakat tidak kembali membuka perlintasan liar yang sudah ditutup. Mari disiplin demi keselamatan bersama," pungkas Reza.

0 Komentar

silakan komentar yang berguna