WBP Lapas Pariaman Raih Ijazah, Bekal Kembali ke Masyarakat

Wali Kota Pariaman Yota Balad berbincang dengan WBP Lapas Kelas II B Pariaman


PARIAMAN, KITAPUNYA.ID - Sebanyak 22 warga binaan di Lapas Kelas IIB Pariaman berhasil meraih ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Penyerahan ijazah tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di musala lapas pada Selasa (7/4/2026).

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada Kepala Lapas beserta jajaran serta Dinas Pendidikan atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. 

Ia menilai program pendidikan di dalam lapas merupakan bentuk investasi kemanusiaan yang penting karena memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk tetap berkembang dan memiliki harapan baru.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga dan haru melihat semangat para warga binaan yang tetap berusaha menyelesaikan pendidikan meski sedang menjalani masa pembinaan. Menurutnya, pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang latar belakang, sehingga keberadaan ijazah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar.

Kerja sama di bidang pendidikan antara Pemerintah Kota Pariaman dan Lapas Kelas IIB Pariaman telah berlangsung sejak 2023. Pemko Pariaman berkomitmen memastikan setiap warga, termasuk warga binaan, mendapatkan akses pendidikan yang layak. Selain itu, mereka juga dipersiapkan dengan kemampuan akademik dan keterampilan agar siap kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.

Dengan adanya ijazah Paket A, B, dan C, para warga binaan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan setelah bebas nanti. Program ini juga menjadi bukti kuatnya sinergi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif di Kota Pariaman.

Pendidikan kesetaraan dinilai sangat membantu proses pembinaan karena mampu meningkatkan rasa percaya diri warga binaan dalam merencanakan masa depan. Tercatat sejak 2023 hingga 2025, sebanyak 66 warga binaan telah lulus dari program ini, sementara pada 2026 terdapat 47 orang yang masih menjalani proses belajar.

Yota Balad pun mengucapkan selamat kepada para lulusan dan mendorong mereka untuk terus belajar tanpa mengenal batas waktu dan tempat. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman, Boy Irfan Arslan, turut menyampaikan terima kasih kepada Pemko Pariaman atas dukungan yang diberikan. 

Ia menilai kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari konsep keadilan restoratif dan upaya reintegrasi sosial, di mana negara hadir untuk membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Ia juga memberikan motivasi kepada para warga binaan dengan menegaskan bahwa masa lalu bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Menurutnya, ijazah yang diterima bukan sekadar dokumen, melainkan bekal penting untuk membuka peluang hidup yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.(def*)

0 Komentar

silakan komentar yang berguna