Tanam Alpukat Jadi Awal Gerakan Pertanian Terpadu

Foto bersama


LIMAPULUH KOTA, KITAPUNYA.ID– Terobosan besar tengah dirancang di sektor pertanian Kabupaten Limapuluh Kota. Bupati Safni menegaskan bahwa percepatan pembangunan pertanian tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan konvensional. Melalui gagasan Central of Agro, ia mengajak berbagai elemen, mulai dari akademisi, praktisi, hingga mantan birokrat berpengalaman, untuk bersinergi dalam langkah nyata.

Langkah awal dari inisiatif ini ditandai dengan penanaman perdana alpukat, yang menjadi simbol munculnya potensi ekonomi baru. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tokoh penting dari berbagai latar belakang.

Kehadiran para tokoh ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai penggerak ide dan strategi di balik pengembangan sektor pertanian daerah. Di antaranya Budi Febriandi yang dikenal aktif dalam pemberdayaan dan pengembangan kopi, serta Indra Sago, Ketua SPI yang fokus pada pertanian organik berkelanjutan.

Selain itu, hadir pula Gusdian Laura atau yang akrab disapa Da Yan, mantan Kepala Bapelitbang yang berpengalaman dalam perencanaan wilayah. Marzul Veri, eks Ketua KPU, juga turut berkontribusi dengan mendedikasikan diri di bidang pertanian. Ada pula Dt. Joni yang konsisten memperhatikan komoditas tembakau, serta David Andrio yang aktif mengawal kebijakan strategis untuk petani lokal.

Diskusi yang berlangsung di lokasi kegiatan penuh dengan optimisme. Gusdian Laura menilai arah kebijakan yang dibangun Bupati Safni sudah berada pada jalur yang tepat.

Ia bahkan optimistis bahwa hasil nyata dari program ini akan mulai dirasakan masyarakat dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Indra Sago menekankan pentingnya penguatan dari sektor hulu. Ia mendorong agar Limapuluh Kota tidak hanya berperan sebagai daerah penghasil, tetapi juga menjadi pusat perbenihan skala nasional. Hal ini mencakup kemandirian benih, peningkatan kualitas budidaya, hingga pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, dan kakao guna meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Menutup kegiatan, Bupati Safni menegaskan bahwa program Central of Agro bukanlah sekadar proyek pemerintah yang berjalan sendiri, melainkan gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Limapuluh Kota kini mulai melangkah menuju masa depan sebagai pusat agrobisnis yang kuat, di mana sektor pertanian mampu menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah gerakan kolektif. Kekuatan kita ada pada sinergi antara pengalaman birokrasi, pemikiran aktivis, dan kerja nyata para praktisi. Pembangunan yang kokoh hanya bisa terwujud melalui kebersamaan,” tegas Safni.(def*)

0 Komentar

silakan komentar yang berguna