Sentuhan Kasih di Perantauan: Eka Putra Temui 800 KK Warga Tanah Datar di Bungo


Foto bersama. Ist 

BUNGO, KITAPUNYA.ID – Hubungan antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Bungo bukan sekadar urusan geografis perbatasan Sumatera Barat dan Jambi. Ada ikatan batin dan sejarah panjang yang mengakar kuat di antara keduanya. 

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat menghadiri silaturahmi akbar Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Bungo di Komplek Rumah Dinas Bupati Bungo, Senin (20/4/2026).

Mengusung tema “Satukan Niat, Bersihkan Hati, Pererat Silaturahmi Sesama Kita”, kehadiran orang nomor satu di Tanah Datar ini disambut hangat oleh Bupati Bungo, H. Dedy Putra, beserta jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya yang penuh keakraban, Eka Putra mengingatkan bahwa warga Tanah Datar di Bungo adalah wajah dari kampung halaman. Ia menekankan pentingnya menjaga jati diri meskipun telah berbaur dengan masyarakat lokal.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus mampu beradaptasi tanpa melupakan nilai dan budaya asal. Itu adalah jati diri yang harus terus dijaga, baik di kampung halaman maupun di perantauan,” pesan Eka Putra di hadapan ratusan perantau.

Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bungo yang telah menjadi rumah yang inklusif bagi warga Tanah Datar. Menurutnya, dukungan Pemkab Bungo sangat krusial dalam membantu para perantau berkembang, baik sebagai pelaku usaha maupun motor penggerak pembangunan daerah.

800 KK Tanah Datar: Kekuatan Ekonomi Bungo

Ketua IKTD Kabupaten Bungo, Hardius, memaparkan data yang cukup signifikan. Saat ini, tercatat lebih dari 800 Kepala Keluarga (KK) asal Tanah Datar bermukim di Kabupaten Bungo. Mereka tersebar di berbagai profesi, mulai dari pengusaha, pedagang, hingga aparatur pemerintahan.

Angka ini mempertegas bahwa keberadaan warga Tanah Datar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi ekonomi di Bungo.

Bungo: Rumah yang Terbuka dan Inklusif

Senada dengan hal tersebut, Bupati Bungo H. Dedy Putra menegaskan bahwa wilayahnya merupakan daerah heterogen yang sangat menghargai keberagaman. Ia menjamin bahwa seluruh warga, termasuk etnis Minang, diperlakukan setara dalam segala aspek, termasuk kemudahan perizinan investasi dan usaha.

“Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin tinggal dan berusaha di sini, selama mampu menjaga keamanan, kenyamanan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tegas Dedy Putra.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ramah tamah. Kehadiran rombongan dari Tanah Datar yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra dan sejumlah pimpinan OPD ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar-daerah dapat dimulai dari hubungan emosional warga perantaunya. (Wied)



0 Komentar

silakan komentar yang berguna