Masyarakat Sampaikan Aspirasi Infrastruktur Pasca Bencana

 

Hadiri Alek Kapalo Banda, Zigo Rolanda Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana


TANAHDATAR, KITAPUNYA.ID– Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat 1, Zigo Rolanda, menghadiri syukuran adat Alek Kapalo Banda di Masjid Nurul Hidayah, Jorong Gunung Bungsu, Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (4/4/2026).

Acara tahunan ini tidak hanya menjadi momen perayaan budaya dan rasa syukur atas panen raya, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait kerusakan infrastruktur pasca banjir dan tanah longsor pada akhir 2025.

Tahun ini, Alek Kapalo Banda mengangkat tema “Meneguhkan Persatuan, Merawat Kebersamaan dalam Menjawab Tantangan Pasca Bencana”, menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam.

Namun, nuansa syukur tersebut dibayangi kekhawatiran atas rusaknya sembilan titik irigasi tersier dan sekunder, dua di antaranya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi, yang mengancam keberlanjutan musim tanam dan ketahanan pangan masyarakat.

Zigo menyampaikan di hadapan niniak mamak dan warga, “Alek Kapalo Banda bukan sekadar seremoni, tapi sarana memperkuat kebersamaan. Namun masyarakat di sini menghadapi ancaman gagal panen akibat kerusakan jaringan irigasi, dan hal ini menjadi perhatian kami.”

Selain irigasi, politisi muda ini mencatat sejumlah kerusakan vital lainnya, termasuk lima jembatan yang roboh, lima ruas jalan usaha tani rusak, serta terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Jorong Gunung Bungsu dengan Jorong Tambangan dan Kota Padang Panjang. Ia juga menyoroti risiko keselamatan warga yang tinggal di tebing dengan tanah labil, menekankan perlunya kajian teknis segera untuk relokasi yang disepakati masyarakat.

“Sebagai wakil masyarakat di pusat, kami punya tanggung jawab moral untuk memastikan penanganan dampak bencana dilakukan terpadu sesuai kewenangan masing-masing, baik Kabupaten, Provinsi, maupun Pemerintah Pusat. Semua akan kami kawal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan musim tanam tetap berjalan,” tegas Zigo.

Sebagai langkah nyata, ia menginstruksikan percepatan koordinasi teknis. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar diminta segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat untuk perbaikan jalan, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang untuk pemulihan jaringan irigasi.

“Tim BWS Sumatera V akan turun lapangan minggu depan untuk survei dan menentukan tindakan teknis. Untuk akses jalan yang putus, akan diupayakan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Pemda segera mengusulkan ruas jalan tersebut agar menjadi prioritas nasional,” jelas Zigo.

Dengan komitmen ini, nilai persatuan yang diperkuat melalui Alek Kapalo Banda diharapkan menjadi energi bagi masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan pasca bencana, menuju nagari yang kuat dan berbudaya.(def*)

0 Comments