Jemaah Embarkasi Padang Kini Bisa Lapor Kendala di Lapangan via WhatsApp, Ini Nomor Kontak Layanan


Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki bersama Kepala Ombudsman Sumbar, Adel Wahid memperagakan nomor kontak layanan pengaduan persoalan haji untuk calon jemaah haji 2026. Ist

PADANG, KITAPUNYA.ID-Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat resmi meluncurkan layanan WhatsApp Center sebagai kanal pengaduan resmi bagi jemaah haji. Langkah ini diambil guna memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta memastikan seluruh proses ibadah berjalan optimal tanpa kendala.

Inovasi ini diperkenalkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, di sela-sela pelayanan jemaah pada Kamis (23/4). Dalam pelaksanaannya, Kemenhaj Sumbar menggandeng Ombudsman RI Perwakilan Sumbar untuk memperketat pengawasan layanan publik perhajian.

"Melalui WhatsApp Center ini, jemaah dapat menyampaikan berbagai kendala yang dialami. Mulai dari tahap pendaftaran, pelunasan, keberangkatan di Embarkasi Padang, hingga saat berada di Arab Saudi nanti," ujar M. Rifki.

Menurut Rifki, kehadiran kanal digital ini bertujuan untuk memangkas hambatan komunikasi. Jemaah kini memiliki ruang untuk melaporkan masalah fasilitas, meminta penjelasan terkait regulasi, hingga memberikan apresiasi serta masukan konstruktif bagi panitia penyelenggara.

“Setiap laporan yang masuk akan kami rekap dan tindak lanjuti segera. Ini adalah bagian dari evaluasi sistem agar respons terhadap kebutuhan jemaah lebih cepat, tepat, dan terukur,” tegasnya.

Layanan pengaduan berbasis WhatsApp ini dapat diakses melalui nomor 0821-7033-864. Melalui nomor tersebut, jemaah juga bisa mengakses Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk menilai kualitas pelayanan yang diberikan petugas.

Inovasi ini pun mendapat sambutan positif dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Saat melepas keberangkatan Kloter 01 Embarkasi Padang, ia mengapresiasi langkah progresif Kemenhaj dalam memanfaatkan teknologi informasi.

“Layanan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam memberikan kenyamanan bagi jemaah lansia, perempuan, dan jemaah berkebutuhan khusus,” ungkap Gubernur.

Dengan adanya kanal pengaduan ini, diharapkan penyelenggaraan haji tahun ini jauh lebih transparan dan memberikan ketenangan bagi para tamu Allah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

0 Komentar

silakan komentar yang berguna