Hari Bumi 2026: Strategi KAI Sumbar Kurangi Polusi Lewat Panel Surya dan KA Rendah Emisi

 


PADANG, KITAPUNYA.ID– Memperingati Hari Bumi 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat semakin agresif dalam mendorong dekarbonisasi sektor transportasi. 

Tidak hanya mengandalkan layanan angkutan massal rendah emisi, KAI Sumbar kini mulai bertransformasi memanfaatkan energi surya guna mewujudkan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan data operasional tahun 2025, KAI Divre II Sumbar mencatat telah melayani sebanyak 1.978.241 pelanggan. Penggunaan kereta api, khususnya KA Pariaman Ekspres dan KA Minangkabau Ekspres, terbukti efektif menekan emisi karbon secara signifikan di wilayah Sumatera Barat.

"Kami percaya bahwa rel merupakan jalur mobilitas berkelanjutan. Penggunaan kereta api mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 75 persen dibandingkan kendaraan pribadi," ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, Rabu (22/4).

Secara teknis, emisi kereta api hanya berada pada kisaran 30–40 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Angka ini jauh lebih kecil dibanding kendaraan pribadi yang mencapai 200 gram CO₂. Dengan jutaan penumpang yang beralih ke kereta api sepanjang tahun lalu, KAI Sumbar diperkirakan telah mencegah pelepasan lebih dari 12.000 ton CO₂ ke atmosfer.

Inovasi Energi Terbarukan di Stasiun Padang

Selain optimalisasi armada, KAI Divre II Sumbar juga menunjukkan komitmen nyata dalam penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Sejak Desember 2024, Stasiun Padang telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 40,7 kWp.

Langkah ini bukan sekadar efisiensi biaya, melainkan memiliki dampak ekologis yang besar. Pemanfaatan energi surya ini setara dengan menanam 570 pohon dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 366 ton CO₂ setiap tahunnya.

"Momentum Hari Bumi menjadi pengingat pentingnya peran transportasi publik. Selain PLTS, kami juga melakukan efisiensi energi secara menyeluruh, mulai dari penggunaan lampu LED di seluruh area stasiun hingga optimalisasi pola operasi perjalanan untuk menghemat bahan bakar," tambah Reza.

Menuju Net Zero Emission

Langkah-langkah hijau ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk menciptakan sistem transportasi masa depan yang modern dan berkelanjutan. KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

Melalui transformasi ini, masyarakat Sumatera Barat diharapkan semakin yakin untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi harian yang tidak hanya cepat dan nyaman, tetapi juga berkontribusi langsung pada kelestarian bumi.

0 Komentar

silakan komentar yang berguna