![]() |
| Bupati Eka Putra saat di rumah duka almarhum Ali Asmar. Ist |
TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID— Suasana duka menyelimuti Komplek Perumahan Rizano Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Rabu (29/4/2026).
Ratusan pelayat datang silih berganti untuk mengantarkan kepergian Ali Asmar, S.Pd, MT, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tanah Datar, yang wafat dalam usia 58 tahun.
Di antara para pelayat, tampak Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi hadir langsung ke rumah duka. Kehadiran keduanya bukan sekadar formalitas, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal berdedikasi dalam pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.
“Almarhum kami kenal sebagai pribadi yang rajin, jujur, dan penuh tanggung jawab. Sosok yang baik, tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati dengan nada haru.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kepergian Ali Asmar bukan sekadar kehilangan seorang pejabat, tetapi juga kehilangan figur yang telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade. Dedikasi dan kontribusinya dalam pelayanan administrasi kependudukan menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan daerah.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih atas seluruh pengabdian beliau. Semoga segala amal ibadahnya diterima dan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” lanjut Bupati.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Dalam kesempatan itu, Bupati turut memohonkan maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidup.
Prosesi pelepasan jenazah dipimpin oleh Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi. Di hadapan para pelayat, ia mengingatkan bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali kepada Sang Pencipta, dan tugas yang ditinggalkan adalah mendoakan yang telah berpulang.
“Selama kurang lebih 34 tahun pengabdian, tentu banyak kenangan yang beliau tinggalkan. Baik dalam suka maupun duka, beliau telah menjadi bagian dari perjalanan kita bersama,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh pelayat untuk memaafkan segala kesalahan almarhum serta bersama-sama mendoakan agar almarhum mendapatkan husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangi alam barzakh-nya.
Sementara itu, Ketua Warga Komplek Rizano, Iptu Rismaizal, juga menyampaikan pesan yang mengingatkan semua yang hadir tentang makna kehidupan.
“Tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan datang. Karena itu, mari kita perbanyak kebaikan selama masih diberi kesempatan,” ujarnya.
Kepergian Ali Asmar menjadi pengingat bagi banyak pihak—tentang arti pengabdian, ketulusan, dan jejak kebaikan yang akan terus dikenang, bahkan setelah seseorang tiada.(Wied)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna