![]() |
| Foto bersama. Ist |
BEKASI, KITAPUNYA.ID – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, memberikan sorotan tajam terhadap urgensi penguatan infrastruktur air bersih di wilayah penyangga ibu kota.
Dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Bekasi, Jumat (13/3), Nevi menegaskan bahwa ketersediaan air baku adalah napas bagi keberlanjutan industri dan permukiman.
Solusi Kapasitas Raksasa 4.750 Liter per Detik
Sebagai salah satu pusat ekonomi nasional, Bekasi dan Karawang menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang melonjak. SPAM Regional Jatiluhur hadir sebagai jawaban strategis dengan kapasitas produksi mencapai 4.750 liter per detik.
"Bekasi adalah jantung pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan air bersih yang stabil dan terjangkau bukan lagi pilihan, tapi faktor fundamental bagi keberlanjutan pembangunan kawasan ini," ujar Nevi di sela-sela kunjungannya.
Misi Menyelamatkan Lingkungan: Stop Air Tanah
Salah satu poin krusial yang ditekankan legislator asal Sumatera Barat II ini adalah transisi penggunaan sumber air. Nevi mendorong sektor industri di Bekasi untuk segera meninggalkan penggunaan air tanah secara masif dan beralih ke air perpipaan.
"Penggunaan air tanah yang berlebihan memicu risiko serius, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) dan kerusakan ekosistem lingkungan. Pembangunan infrastruktur air perpipaan melalui SPAM ini harus menjadi prioritas kolektif untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih parah," jelasnya tegas.
Tantangan Distribusi dan Tarif yang Adil
Meski kapasitas produksi sudah mumpuni, Nevi menyoroti hambatan pada sisi distribusi air curah ke daerah-daerah. Ia meminta adanya sinergi yang lebih erat antara BUMN, pemerintah daerah, dan PDAM selaku offtaker agar air bersih ini benar-benar sampai ke keran warga dan pabrik secara optimal.
Selain itu, ia memberikan catatan khusus mengenai skema harga. Nevi berharap ada keseimbangan antara kelayakan finansial proyek dengan kemampuan bayar masyarakat.
"Struktur tarif air curah harus dijaga agar mendukung keberlanjutan investasi, namun tetap tidak membebani masyarakat maupun pelaku usaha," tambah Anggota FPKS tersebut.
Sinergi Lintas Sektor
Menutup kunjungannya, Nevi mendorong koordinasi intensif antara Badan Pengelola BUMN, Danantara Asset Management, PT Wijaya Karya, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, serta Perum Jasa Tirta. Sinergi ini dianggap kunci agar SPAM Jatiluhur tidak hanya menjadi proyek infrastruktur fisik, tetapi benar-benar menjadi fondasi ketahanan air bersih nasional di kawasan strategis Jawa Barat.

0 Comments