PADANG PARIAMAN,– Jembatan darurat di Nagari Anduriang, Kecamatan Batang Anai, hanyut terseret arus deras Sungai Batang Anai pada Jumat (6/3/2026).
Kejadian ini kembali membuat ribuan warga di empat korong terisolasi. Jembatan yang dibangun secara gotong royong oleh TNI AL dan masyarakat pada awal Februari lalu tidak mampu menahan hantaman material sungai setelah debit air melonjak akibat hujan deras di hulu, Padang Panjang.
Staf Kantor Nagari Anduriang, Rengga, menuturkan bahwa seluruh badan jembatan hilang tanpa jejak. “Hanya pondasinya yang tersisa, seluruh bagian jembatan sudah tersapu arus,” ujarnya.
Kehancuran jembatan ini menjadi pukulan berat bagi warga, yang sejak November 2025 sudah menghadapi keterbatasan akses akibat hancurnya jembatan permanen karena bencana hidrometeorologi.
Dengan lenyapnya jembatan darurat, masyarakat kini harus memilih antara menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan mahal atau menghentikan aktivitas ekonomi, sekolah, dan akses ke pasar.
Sebelumnya, warga terpaksa menggunakan rakit drum dan perahu karet untuk menyeberang, metode yang sangat berisiko dan seringkali terhenti saat cuaca buruk.
Hingga saat ini, upaya pemulihan akses masih terhambat karena derasnya arus sungai yang berbahaya, meninggalkan warga Nagari Anduriang dalam kondisi mobilitas yang sangat terbatas dan penuh ketidakpastian.(def*)

0 Comments