PARIAMAN, KITAPUNYA.ID– Sebanyak 15 keluarga terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 di Kota Pariaman, Sumatera Barat, menerima Bantuan Sosial Stimulan Ekonomi (BSSE) dari pemerintah pusat.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa setiap keluarga mendapatkan bantuan senilai Rp8 juta dari Kementerian Sosial RI. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kota Pariaman, Rabu (5/3/2026).
“Alhamdulillah, warga yang terdampak banjir dan longsor hari ini dapat menerima bantuan langsung dari pemerintah pusat,” ujar Yota.
Ia menjelaskan, BSSE tahun 2026 diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, sekaligus mendorong mereka agar kembali produktif. Dari total Rp8 juta, sebesar Rp3 juta dialokasikan untuk penggantian perabot rumah tangga yang rusak atau hilang akibat banjir dan longsor.
Sementara Rp5 juta sisanya difokuskan sebagai modal usaha bagi penerima manfaat, untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Dana Rp5 juta ini diharapkan dapat menjadi modal usaha, sehingga membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” tambahnya.
Menurut Yota, BSSE memiliki beberapa tujuan, antara lain mendukung ketahanan pangan, memulihkan korban bencana, meningkatkan kelayakan hunian, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ia juga mengapresiasi Kementerian Sosial atas perhatian yang diberikan dan mengimbau penerima manfaat menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia agar dana diterima langsung oleh warga tanpa melalui perantara.
Meskipun bencana hidrometeorologi di Pariaman tidak separah beberapa daerah lain di Sumatera Barat, cuaca ekstrem tetap menimbulkan kerusakan pada infrastruktur, lahan pertanian, dan rumah warga.(def*)

0 Comments