Bupati Agam Tinjau Dampak Bencana di Malalak Selatan

 

Bupati Agam beri bantuan terdampak bencana



MALALAK, KITAPUNYA.ID – Warga Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, menyampaikan berbagai keluhan kepada Bupati Agam, Benni Warlis terkait dampak bencana alam yang melanda daerah tersebut beberapa bulan terakhir.

Walaupun sejumlah upaya penanganan sudah dilakukan dan akses masyarakat telah kembali terhubung, kerusakan pada berbagai infrastruktur penting masih belum sepenuhnya tertangani. Jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga lahan pertanian dilaporkan masih mengalami kerusakan cukup parah.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Agam, Erdinal saat mendampingi Bupati Agam dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Rahman Sini Air, Nagari Malalak Selatan, Senin (9/3).

Mewakili masyarakat, Erdinal menjelaskan bahwa Kecamatan Malalak termasuk wilayah yang mengalami dampak bencana paling besar. Ia menyebutkan, meskipun pemerintah telah mengambil sejumlah langkah penanganan dan kebutuhan dasar warga mulai terpenuhi, masih banyak kerusakan infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera.

Menurutnya, kerusakan pada jalan dan jembatan menjadi perhatian utama karena keduanya sangat berpengaruh terhadap mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, jaringan irigasi yang rusak juga membuat aliran air ke area persawahan tidak lagi berjalan normal.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor pertanian. Banyak petani yang tidak dapat mengolah sawah seperti biasanya akibat rusaknya jaringan irigasi serta lahan yang terdampak bencana. Karena itu, masyarakat berharap perbaikan infrastruktur di Malalak dapat menjadi prioritas dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Agam Benni Warlis mengatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pemetaan kerusakan untuk menentukan skala prioritas penanganan.

Ia menjelaskan, selain usulan yang telah dimasukkan dalam program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), pemerintah pusat juga berencana mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang sebelumnya sempat direncanakan mengalami pemotongan.

Dana tersebut, lanjutnya, diperuntukkan khusus bagi penanganan tambahan dampak bencana dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan lain. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memastikan penggunaannya sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Benni, kebijakan dari pemerintah pusat itu diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan daerah terdampak bencana. Namun, ia menekankan pentingnya data kerusakan yang akurat agar pelaksanaan program dapat segera dilakukan ketika dana telah tersedia.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Safari Ramadan Kabupaten Agam juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Rahman berupa dana sebesar Rp20 juta, 50 helai kain sarung, serta tambahan bantuan uang tunai dari Bank Nagari dan Perdatin Sumbar guna mendukung operasional dapur umum bagi masyarakat setempat.(def*)

0 Comments