Berpura-pura Kekurangan Uang untuk Buka Puasa, Seorang Lansia Jalankan Modus di Jalinsum Dharmasraya

Seorang pria lanjut usia diduga menjalankan modus meminta uang kepada para musafir.


DHARMASRAYA - Seorang pria lanjut usia diduga menjalankan modus meminta uang kepada para musafir yang singgah di sebuah rumah makan di Kabupaten Dharmasraya. Dengan alasan kekurangan uang untuk membeli makanan berbuka puasa, pria tersebut berhasil membuat banyak orang merasa iba.

Peristiwa itu terjadi di Rumah Makan Umega yang berada di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kabupaten Dharmasraya, Selasa (10/3/2026). Rumah makan tersebut dikenal sebagai salah satu tempat singgah para pengendara dan musafir yang melintas di jalur Sumatera.

Pria yang diperkirakan berusia sekitar 77 tahun itu mengaku berasal dari Koto Baru. Kepada orang-orang yang ditemuinya, ia bercerita sedang dalam perjalanan mencari anaknya untuk meminta uang makan.

Namun, sebelum bertemu anaknya, ia mengaku hanya memiliki uang Rp7 ribu di saku bajunya. Uang tersebut kemudian diperlihatkan kepada orang yang duduk di dekatnya.

Padahal, dari pantauan sejumlah orang di lokasi, uang yang sebenarnya dimilikinya diduga disimpan di saku celana.

Dengan cara itu, ia kemudian meminta tambahan uang kepada orang yang ditemuinya agar bisa membeli makanan untuk berbuka puasa.

“Uang saya cuma Rp7 ribu, kurang untuk beli makan. Kalau ada yang bisa membantu sedikit saja untuk buka puasa,” ujarnya kepada beberapa pengunjung rumah makan.

Pria tersebut tidak pernah meminta dalam jumlah tertentu. Ia hanya mengatakan menerima berapa pun uang yang diberikan orang.

Banyak pengunjung yang akhirnya memberikan uang karena merasa kasihan melihat kondisi pria tersebut yang sudah lanjut usia.

Dari penampilannya, pria itu terlihat mengenakan topi putih, kacamata, berkumis putih, serta memakai kemeja lengan panjang. Penampilannya yang rapi serta cara bicaranya yang halus membuat banyak orang tidak curiga.

Sejumlah pengunjung bahkan mengaku baru menyadari adanya dugaan modus tersebut setelah melihat pria itu meminta uang kepada beberapa orang dengan cerita yang sama.

Ironisnya, menurut beberapa warga sekitar, sebelumnya sudah ada imbauan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan cerita serupa. Namun hingga kini masih banyak orang yang tergerak hatinya dan memberikan uang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, terlebih di tempat-tempat persinggahan para musafir.

Meski demikian, banyak orang tetap berharap bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. (cen)

0 Comments