![]() |
| Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi |
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi atas peran aktif Masjid Nurul Islam dalam mengembangkan pendidikan keagamaan melalui rumah tahfidz.
Menurutnya, keberadaan rumah tahfidz menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak di rumah tahfidz ini. Semoga dari masjid ini lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang beriman dan berakhlak. Amin ya Rabbal Alamin,” ujar Arry.
Pada kesempatan itu, Sekda menyerahkan hadiah kepada empat santri yang telah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an, yakni Ibrahim, Qonita, Anisa, dan Ana. Momen tersebut disambut haru dan tepuk tangan jamaah, sekaligus menjadi motivasi bagi santri lainnya.
Arry juga berinteraksi langsung dengan sejumlah anak tahfidz, mengajak mereka maju ke depan, serta memberikan hadiah bagi yang berani menjawab pertanyaan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hafalan dan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
“Hafalan itu penting, tetapi membaca dengan tartil dan memahami maknanya juga sangat penting. Dengan begitu, Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup,” pesannya.
Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Nurul Islam, Zalman Zaudit menjelaskan rumah tahfidz tersebut mulai dibangun sekitar dua tahun lalu, dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Mahyeldi. Saat ini, dua ruang belajar telah dimanfaatkan, dengan jumlah santri lebih dari 100 orang yang belajar menghafal Al-Qur’an secara gratis.
Menurutnya, pengurus masjid dan tokoh masyarakat berkomitmen menjadikan anak-anak sebagai pencinta, penghafal, sekaligus pengamal Al-Qur’an.
“Kami ingin anak-anak ini menjadi generasi pembeda, memiliki dasar agama yang kuat, dan mampu melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan dua ruang rumah tahfidz tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp800 juta dari total rencana Rp2,5 miliar. Saat ini, pengurus tengah melanjutkan pembangunan fasilitas tempat wudu yang lebih representatif dengan kebutuhan dana sekitar Rp400 juta, dan mengajak jamaah serta masyarakat untuk berpartisipasi melalui infak dan sedekah.
Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi Qurani di Sumbar.

0 Comments