![]() |
| Penyerahan bantuan secara simbolis pada perwakilan korban banjir terdampak. Ist |
BANDA ACEH, KITAPUNYA.ID– Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Aceh terus menunjukkan komitmen nyata dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh.
Tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan, FJPI Aceh juga bergerak sebagai perpanjangan tangan para donatur untuk menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik bencana.
Ketua FJPI Aceh, Saniah LS, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab moral jurnalis perempuan terhadap kondisi sosial masyarakat.
"Kami merasa bertanggung jawab untuk membantu lebih dari sekadar tulisan. Kami membuka donasi sebagai jembatan kebaikan dari masyarakat untuk penyintas yang hingga kini masih sangat membutuhkan uluran tangan," ujar Saniah di Banda Aceh.
Fokus pada Lansia dan Pemulihan Trauma Anak
FJPI Aceh dijadwalkan akan memberangkatkan tim penyaluran bantuan tahap keempat pada Sabtu, 17 Januari 2026. Aksi kali ini akan difokuskan di Desa Paya Rebo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Berbeda dengan bantuan logistik biasa, FJPI Aceh membawa misi khusus:
Layanan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia (Lansia) bekerja sama dengan tenaga medis.
Dukungan Psikososial: Pendampingan bagi anak-anak untuk membantu memulihkan trauma pascabencana.
Hingga saat ini, warga di Kecamatan Sawang dilaporkan masih bertahan di tenda pengungsian di halaman rumah mereka yang hancur. Untuk bertahan hidup, para penyintas harus bekerja keras sebagai buruh kupas pinang di tengah ketidakpastian.
Kisah di Balik Layar: Jurnalis yang Menjadi Korban
Di balik aksi kemanusiaan ini, beberapa anggota FJPI Aceh ternyata juga menjadi korban yang terdampak langsung di wilayah Aceh Singkil, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara.
Eva Basaria, reporter RRI di Aceh Singkil, mengisahkan perjuangannya tetap meliput di tengah bencana meski rumahnya sendiri terendam air setinggi dada orang dewasa. Hal serupa dialami Zuhra, wartawan LintasGayo.com di Aceh Tengah, yang terpaksa mengungsi demi keselamatan keluarganya. Dedikasi ini menunjukkan bahwa jurnalis perempuan Aceh tetap berdiri tegak demi publik meski mereka sendiri sedang dalam masa sulit.
Kondisi Lapangan: Ancaman Trauma dan Akses Terisolir
Ketua Divisi Pelatihan FJPI Aceh, Indah, yang terjun langsung sebagai relawan di Aceh Tamiang, melaporkan bahwa kondisi sebulan pascabencana belum sepenuhnya pulih.
Akses Terisolir: Banyak jalan yang belum bisa dilalui, menghambat distribusi bantuan.
Fasilitas Publik: Sekolah dan rumah ibadah belum berfungsi optimal, bahkan banyak anak masih bersekolah di tenda darurat.
Ancaman Psikologis: Warga mengalami kecemasan hebat (trauma) setiap kali hujan turun, khawatir akan adanya banjir susulan.
“Kondisi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat berada di titik nadir. Apalagi bulan Ramadan dan Lebaran semakin dekat. Pemerintah perlu segera membuka akses jalan, membangun kembali rumah ibadah, sekolah, dan hunian tetap bagi warga,” tegas Indah.
Ajakan Berdonasi
FJPI Aceh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para "orang baik" dari Papua hingga Aceh, serta FJPI Pusat yang telah mempercayakan donasinya. Mengingat masa pemulihan yang masih panjang, FJPI Aceh kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyalurkan bantuan.
Donasi ini akan terus dibuka hingga masyarakat benar-benar pulih dan mandiri kembali. Bantuan dapat berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, maupun donasi finansial untuk operasional layanan kesehatan di lokasi bencana.

0 Comments