Panen Jagung Kuartal I Sumbar Capai 70 Ton di 21,9 Hektare

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengungkapkan bahwa hasil panen jagung
 

Solok KitaPunya.id.– Panen Jagung Kuartal I di Sumbar Capai 21,9 Hektare dengan Produksi Hampir 70 Ton

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengungkapkan bahwa hasil panen jagung pada kuartal I tahun 2026 di Sumatera Barat mencapai luas 21,9 hektare dengan total produksi hampir 70 ton, yang tersebar di 15 lokasi di provinsi ini.

“Hari ini, panen jagung kuartal I dilakukan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Sumbar, tepatnya di Kota Solok,” ujar Kapolda saat menghadiri panen bersama Polres Solok Kota pada Kamis (8/1/2026).

Kapolda Gatot menjelaskan bahwa kebutuhan jagung di Sumbar per tahun mencapai sekitar 1,2 juta ton. Namun, penyerapan jagung lokal pada 2025 masih rendah, hanya sekitar 4.000 ton. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan melalui produksi lokal masih jauh dari target yang diharapkan.

Ia menambahkan, Sumatera Barat masih memiliki banyak lahan dan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini telah menjadi perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengoptimalkan lahan tidur tersebut guna mendukung ketahanan pangan, khususnya jagung.

“Kebutuhan jagung mencapai 1,2 juta ton, sementara produksi tahun 2025 hanya 400 ribu ton. Masih ada kekurangan hampir 800 ribu ton. Ini harus ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui kendala sebenarnya,” tegas Kapolda.

Gatot juga menekankan pentingnya edukasi bagi petani sebelum menanam jagung. Menurutnya, penanaman tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa memperhatikan kondisi tanah, termasuk tingkat keasaman (pH).

“Jangan asal tanam. Harus dipastikan kondisi tanah dan pondasinya cocok. Satu hektare lahan yang dikelola dengan baik bisa menghasilkan 10–12 ton jagung. Jika tidak, hasilnya bisa kurang dari 2 ton. Sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimaksimalkan,” jelasnya.

Kapolda menekankan perlunya kolaborasi antara petani dan dinas pertanian agar pengelolaan lahan lebih optimal. Ia berharap petani memiliki pemahaman, semangat, serta mendapatkan pendampingan sehingga produksi jagung meningkat, termasuk di Kota Solok.

Selain itu, Kapolda mendorong pemetaan ulang wilayah yang potensial untuk ditanami jagung dan evaluasi rutin setiap bulan guna mengidentifikasi kendala di lapangan.

“Perlu dipetakan seluruh kabupaten dan kota di Sumbar untuk melihat pengelolaan terbaik. Daerah yang berhasil bisa menjadi contoh bagi yang lain. Untuk kebaikan bersama, tidak ada salahnya belajar dari keberhasilan orang lain,” pungkasnya.(def*)

0 Comments