KITAPUNYA.ID, BANDA ACEH– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta pemulihan infrastruktur vital pascabencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh terus dipacu.
Pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada korban yang tertinggal serta mempercepat normalisasi akses publik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Media Center Kemkomdigi, Banda Aceh, Sabtu (20/12), menyampaikan bahwa operasi SAR saat ini difokuskan pada titik-titik krusial di tiga provinsi tersebut.
1. Operasi SAR dan Validasi Data Korban
Saat ini, operasi SAR dilaksanakan secara intensif di enam kabupaten di Aceh, empat sektor di Sumut, dan lima sektor di Sumbar.
“Operasi SAR tetap dioptimalkan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal, baik di kawasan permukiman maupun wilayah terdampak lainnya. Proses identifikasi by name by address juga terus kami pertajam guna menjamin pemenuhan hak-hak ahli waris, termasuk akses terhadap hunian tetap dan sementara,” ujar Abdul Muhari.
Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (20/12), tercatat:
Korban Meninggal Dunia: 1.090 jiwa (bertambah 19 jiwa dari hari sebelumnya).
Korban Hilang: Mengalami penambahan 1 orang (data dinamis sesuai verifikasi berjenjang).
Jumlah Pengungsi: 510.528 jiwa (berkurang sekitar 16.000 jiwa karena warga mulai kembali untuk membersihkan rumah).
2. Distribusi Logistik dan Penanganan Pengungsi
Meskipun jumlah pengungsi menurun, BNPB memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi melalui dapur umum dan distribusi logistik udara serta darat:
Aceh: Tersalurkan 25,8 ton (22,6 ton via udara, 3,3 ton via darat).
Sumut: Tersalurkan 7,17 ton (1,8 ton via udara, 5,3 ton via darat).
Sumbar: Tersalurkan 14,7 ton (1,6 ton via udara, 13,13 ton via darat).
3. Progres Signifikan Pemulihan Infrastruktur di Aceh
BNPB melaporkan kemajuan pesat pada perbaikan konektivitas darat di Aceh melalui pemasangan jembatan Bailey:
Jembatan Teupin Reudeup (Awe Geutah): Rampung 100% dan sudah fungsional penuh (kapasitas 20 ton).
Jembatan Teupin Mane: Rampung 100% (kapasitas 40 ton) dengan sistem buka-tutup.
Jembatan Kutablang: Progres mencapai 61,5% (kapasitas target 60 ton).
Jembatan Jeumpa/Cot Bada: Progres meningkat signifikan menjadi 86%.
Sejumlah jembatan lainnya seperti Beutong Ateuh (6%) dan Weh Pase (2,5%) juga telah memasuki tahap pengerjaan awal.
4. Pemulihan Sosial: Fasilitasi Pemulangan Pengungsi
Selain infrastruktur, pemerintah juga memperhatikan aspek sosial. Sebanyak 157 warga asal Pulau Jawa yang bekerja sebagai penderes getah pinus di Aceh Tengah dan Bener Meriah telah difasilitasi pemulangannya.
Tahap terakhir melibatkan 100 pengungsi yang diterbangkan menggunakan pesawat TNI AU dari Bandara Rembele menuju Jakarta. "Pemulangan ini adalah upaya memastikan keselamatan dan stabilitas sosial bagi warga pendatang yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana," pungkas Muhari.
BNPB akan terus memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan TNI, Polri, Kementerian PUPR, dan Pemerintah Daerah guna mempercepat fase transisi menuju pemulihan sepenuhnya.

0 Comments