Ade Rezki Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Atasi Kemarau Panjang di Canduang Agam

Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat menyerahkan bantuan air bersih secara simbolis kepada masyarakat di Canduang, Kabupaten Agam, Selasa (11/11/2025). (Istimewa)

KITAPUNYA.ID, AGAM –
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Agam selama empat bulan terakhir menyebabkan sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kekeringan juga membuat sejumlah lahan pertanian gagal panen, sementara sumber air yang ada tak mampu memenuhi kebutuhan dasar warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, turun langsung memberikan bantuan biaya operasional untuk penyaluran air bersih.

Bantuan itu diserahkan kepada Camat Canduang, Syahrul Hamidi, saat dirinya menghadiri Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Aula Kantor Nagari Canduang Koto Laweh, pada hari Selasa (11/11/2025) lalu.

“Kami prihatin terhadap kondisi masyarakat di Kecamatan Canduang. Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga membuat sebagian lahan pertanian gagal panen. Karena itu, kami memberikan dukungan biaya operasional kendaraan untuk menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga,” ujar Ade Rezki.

Ia berharap musim kemarau segera berakhir sehingga sumber air kembali normal dan para petani dapat beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, Dasril, warga Nagari Canduang Koto Laweh, mengapresiasi langkah cepat Ade Rezki dalam memberikan bantuan.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat yang tengah mengalami kekeringan.

“Bantuan diberikan langsung setelah warga menyampaikan keluhan saat kegiatan sosialisasi program BGN. Ade Rezki langsung merespons dengan memberikan dukungan operasional kendaraan untuk pendistribusian air,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Canduang lainnya, Arius Khatib, juga menyampaikan bahwa bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan konsumsi dan rumah tangga warga.

Sebelumnya, warga terpaksa mengandalkan sumber air terbatas bahkan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Agam melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sejak Agustus lalu.

Ratusan keluarga di wilayah Ampek Angkek dan Canduang terdampak krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Selama masa tanggap darurat, BPBD bersama PDAM, PMI, pemerintah kecamatan, nagari, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB) bekerja sama menyalurkan air ke berbagai nagari terdampak.

0 Comments