![]() |
| Penampakan kaun Adam menggiliang lado di Nagari Lasi. Ist |
CANDUANG, AGAM – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Nagari Lasi, Kabupaten Agam, tak hanya diisi dengan upacara. Ratusan warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, tumpah ruah di halaman Balai Adat pada Senin (18/8) untuk mengikuti aneka lomba tradisional yang sarat makna. Lomba ini secara resmi dibuka oleh Wali Nagari Lasi, Adrizal.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Adrizal mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah buah dari perjuangan dan tumpahan darah para pahlawan. Ia berpesan agar semangat ini diisi dengan kegiatan positif, salah satunya melalui lomba yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.
"Sengaja kita laksanakan lomba ini karena ada cabang lomba tradisional yang perlu diketahui dan ditiru oleh anak-anak kita," ujarnya. Ia menambahkan, lomba perorangan melatih keseriusan, sementara lomba kelompok membutuhkan kerja sama dan disiplin—nilai-nilai penting dalam hidup bermasyarakat.
Acara yang berlangsung seharian penuh ini mendapat dukungan penuh dari para perantau. Kemeriahan terlihat jelas dari sorak sorai penonton yang tak henti-hentinya menyemangati para peserta.
Pemandangan paling mencuri perhatian adalah saat para bapak-bapak berlomba manggiliang lado (menggiling cabai) dan manjujuang ember penuh air, serta ketika ibu-ibu kader dan bundo kanduang berjuang memasukkan belut ke dalam botol. Tawa dan canda pecah, mencerminkan kegembiraan dan kebersamaan warga.
Selain itu, berbagai lomba lain turut memeriahkan acara, seperti pacu karung, tarik tambang, membawa kelereng dengan sendok, hingga mengambil koin dalam tepung. Lomba-lomba ini tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kerja keras dan kebersamaan, sesuai dengan semangat kemerdekaan.

0 Komentar
silakan komentar yang berguna