Menurut Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, pertumbuhan laba tersebut mencerminkan membaiknya kualitas pembiayaan yang ditopang oleh empat perilaku unggul nasabah yang terus dibina oleh Bank: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
Empat perilaku ini menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembiayaan. Kehadiran nasabah di sentra secara rutin membuat pelayanan Bank berjalan optimal, sehingga berkontribusi nyata terhadap kualitas pembiayaan yang semakin baik. Penguatan perilaku ini tidak lepas dari peran petugas lapangan atau Community Officer (CO) yang melakukan pendampingan intensif.
Sebagai bentuk apresiasi, BTPN Syariah memberikan insentif bagi nasabah yang disiplin membayar angsuran, hadiah untuk sentra terpilih, dan Program Umrah Satu Pesawat. Tahun ini, jumlah sentra yang diberangkatkan dalam program umrah meningkat menjadi 18, dari 10 sentra pada 2024.
Selain laba bersih, BTPN Syariah juga mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp10,14 triliun pada semester I 2025. Rasio keuangan Bank tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) 7,6% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 54,5%, jauh di atas rata-rata industri.
Sekilas tentang BTPN Syariah
BTPN Syariah adalah satu-satunya bank syariah di Indonesia yang berfokus memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya perempuan. Program pemberdayaan dilakukan oleh #bankirpemberdaya (petugas lapangan) yang bertugas mendampingi nasabah, mengajarkan empat perilaku unggul (BDKS), dan membantu mereka tumbuh. Bank ini mengklaim telah melayani 7 juta nasabah, di mana 3,82 juta di antaranya merupakan nasabah aktif.
0 Comments