Peduli Korban Banjir Lahar Dingin Marapi, Begini Cara Koperasi Anak Nagari Minangkabau Membantu Korban Bencana Alam

Foto bersama Kopas Anam usai menyerahkan bantuan secara simbolis bagi para korban banjir lahar dingin Marapi. Ist

PADANG-Bencana banjir lahar dingin Marapi memasuki pekan ketiga. Selama itu bantuan dari berbagai pihak datang untuk para korban terdampak.

Koperasi Anak Nagari Minangkabau (Kopas Anam) turut berpartisipasi dalam membantu para korban lahar dingin atau galodo Marapi tersebut. Bantuan yang diserahkan Kopas Anam berasal dari sumbangan anggota untuk sanak saudara yang ditimpa bencana alam.

Bantuan berupa sembako, uang tunai, barang eleoktronik, makan siap saji berupa randang dan lainnya disalurkan di dua lokasi, yakni Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Bantuan diantar langsung Ketua Kopas Anam bersama pengurus dan anggota koperasi. 

Di Tanah Datar kedatangan mereka disambut Bupati Tanah Datar, Eka Putra. 

Ketua Kopas Anam, Fibrianti Takarina mengatakan bantuan dari Kopas Anam merupakan wujud kepedulian mereka dalam membantu sanak saudara yang tertimpa musibah. 

Foto bersama Ketua Kopas Anam dengan Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Ist

"Bantuan yang kami galang wujud kepedulian terhadap sanak saudara kita yang tertimpa bencana alam. Pengurus,pengawas, penasehat dan anggota terlibat memberikan bantuan. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka," terang Fibriani, kepada wartawan, Kamis (30/5).

Diceritakannya, kondisi di kawasan yang terdampak lahar dingin Marapi sangat mempriahtinkan. Batu-batu besar sebesar kapal dan rumah berserakan. Batu itu yang menyebabkan rumah-rumah warga setempat hancur serta bangunan lainnya. 

"Kami sungguh sangat prihatin pada korban banjir lahar dingin Marapi. Korban yang selamat tinggal di pengungsian. Ada juga menumpang di rumah warga yang selamat dari hantaman galdo dasyat itu," kata Rina yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau Sumbar tersebut.

Di lokasi bencana, rombongan Kopas Anam bertemu dengan seorang anak korban banjir maha dasyarat bernama Farlan. Dia harus kehilangan ibu dan dua adiknya, yang meninggal dunia karena banjir lahar dingin Marapi yang memakan korban jiwa 63 orang. 

"Kita berharap saudara-saudara kita yang terdampak banjir lahar dingin Marapi tabah dan ikhlas menerima ujian ini. Semoga ke depan masyarakat kita yang terdampak bisa bangkir menatap masa depan," pungkasnya. YL


0 Comments