Bank Nagari Syariah Catatkan Pertumbuhan Pesat, Targetkan Penyaluran KUR Rp 132 Miliar di Tahun 2024

Pimpinan Bank Nagari Syariah Cabang Padang, Heri Fitrianto,
PADANG - Bank Nagari Syariah menunjukkan performa gemilang dengan pertumbuhan yang luar biasa. Hal ini terlihat dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2023 yang mencapai Rp 102 miliar, melampaui target 114,77% dengan plafond Rp 347 miliar. Optimisme Bank Nagari Syariah berlanjut di tahun 2024 dengan menargetkan penyaluran KUR senilai Rp 132 miliar.

Keunggulan Bank Nagari Syariah dalam Penyaluran KUR:

Margin keuntungan/bagi hasil yang kompetitif: 6%

Proses yang mudah dan cepat

Produk syariah yang sesuai dengan prinsip Islam

Layanan digital dan tatap muka

Meningkatnya Minat Masyarakat terhadap Produk Syariah:

Pimpinan Bank Nagari Syariah Cabang Padang, Heri Fitrianto, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap produk syariah, khususnya KUR, sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Prinsip syariah yang melarang riba dan transaksi spekulatif

Proses yang mudah dan cepat

Margin keuntungan/bagi hasil yang kompetitif

Layanan yang ramah dan profesional

Bank Nagari Syariah: Mitra Setia UMKM di Sumatera Barat

Produk yang paling disukai masyarakat adalah pembiayaan syariah yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah yang melarang riba dan transaksi spekulatif.

“Kita menggunakan akad Ijarah, Murabahah dan MMQ dalam mengelola pinjaman nasabah. Jadi tidak ada mekanisme suku bunga KUR, yang ada margin keuntungan atau bagi hasil 6 persen,” jelas Heri Fitrianto didampingi pjs. Pemimpin Seksi Pembiayaan Komersil, Dhisa Valentia.

Tahun 2023, lanjutnya, jumlah nasabah untuk pembiayaan KUR itu sebanyak 2.552 nasabah. Angka ini terus bertambah hingga data Februari 2024 berjumlah 2.626 nasabah. Sebagian besar nasabah Bank Nagari Syariah Cabang Padang adalah pedagang kebutuhan harian, seperti penjual pakaian, pedagang kuliner dan lainnya.

Setiap pelaku usaha mendapat pembiayaan sesuai kategorinya. Bagi kelompok usaha super mikro plafonnya Rp 10 juta  ke bawah, sedangkan kelompok usaha mikro dengan plafon Rp 10 juta hingga Rp 100 juta. Lalu pelaku usaha kecil plafonnya Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.  

“Sedangkan marjin KUR ditetapkan secara berjenjang. Margin 6 persen untuk pelaku usaha yang pertama kali mengajukan pembiayaan. Margin 7 persen bagi pelaku usaha mengajukan pembiayaan untuk kedua kali, dan margin 8 persen untuk ketiga kali,” katanya.

Mencermati ketatnya persaingan bisnis di sektor perbankan syariah ini, Heri mengaku tidak ada masalah baginya. Peminat produk perbankan syariah tidak hanya umat muslim, karena non muslim juga sangat menyukai produk perbankan syariah. Selain itu, bank yang dipimpinnya tak melulu menerapkan layanan digital, tetapi tetap turun ke lapangan menyapa nasabah.

“Layanan digital kita gunakan hanya untuk mengelola keuangan. Sehingga otomatis kita tetap bertemu dan bersentuhan langsung dengan masyarakat menawarkan produk syariah. Ini salah satu andalan kita,” katanya.

Heri Fitrianto menegaskan bahwa Bank Nagari Syariah berkomitmen untuk menjadi mitra setia UMKM di Sumatera Barat. Bank Nagari Syariah akan terus meningkatkan layanan dan produknya untuk memenuhi kebutuhan nasabah, termasuk UMKM.

Potensi Besar Bank Syariah di Sumatera Barat:

Deputi Direktur Pengawasan LJK Kantor OJK Sumbar, Mendi Rahmadi, menyatakan bahwa potensi bank syariah di Sumatera Barat sangat besar. Hal ini didukung oleh mayoritas penduduk yang beragama Islam.

Dukungan OJK untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah:

OJK terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan syariah di Sumatera Barat. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang produk dan layanan bank syariah. YL

0 Comments