Pondok Pesantren di Padang Terbakar, Seluruh Aset Ludes

Ruang belajar yang hangus terbakar.Ist

PADANG-Sebuah pondok pesantren di Jalan Asra No. 50 Tunggul Hitam, Kota Padang, terbakar hebat pada 2 Januari 2024 lalu. Seluruh ruang belajar dan benda-benda milik santri dan tenaga pengajar di pondok pesantren tersebut hangus terbakar.

Ketua Yayasan Nurul Qur’an Sumbar, Peni Andesta, mengatakan bahwa seluruh santri dan musyrif di ponpes tersebut selamat dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, seluruh aset ponpes hangus terbakar.


Penampakan ponpes dari luar pasca terbakar. Ist

"Saat ini, para santri sementara melaksanakan kegiatan belajar di gedung sekolah dasar Nurul Qur’an yang terletak di Sawah Liek, Kota Padang. Untuk menginap, mereka belum bisa kembali ke ponpes karena belum bisa dibangun kembali," kata Peni, kepada wartawan Senin (22/01/2024).

Disebutkannya, pasca kebakaran para santri belajar di SD mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB. Para santri belum bisa kembali ke ponpes karena pihak pesantren belum punya dana untuk gedung yang terbakar. 

"Jadi, mereka sekarang selepas jam belajar di SD kembali pulang ke rumah masing-masing atau ada yang numpang nginap di rumah saudaranya,” terang Peni lagi. 

Diakui Peni, pihaknya membuka pintu donasi untuk pemulihan ponpes agar bisa digunakan kembali untuk kegiatan belajar dan mengajar. 


Ruang dapur terbakar menyisakan galon-galon yang biasa digunakan untuk minum para santri.Ist

“Bagi Bapak dan Ibu yang memiliki kelebihan rizki, bisa menyalurkan donasi berupa dana ataupun barang,” ujarnya. 

Untuk donasi berupa bantuan dana, donatur bisa mengirimkan ke rekening yayasan, di nomor rekening 7084570178, Bank Syariah Indonesia, dengan konfirmasi ke nomor 085364575752. Sedangkan untuk bantuan berupa barang, bisa disalurkan ke alamat yayasan, MI Tahfidz Nurul Qur’an, Jalan Sawah Liat Nomor 36, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. 

Dana yang dibutuhkan saat ini, yang dirincikan secara transparan oleh Yayasan, baik internal maupun eksternal melalui media-media sosial, berjumlah sebesar Rp402.655.00,-. Donatur bisa mengetahui berapa jumlah total donasi yang telah terkumpul dan digunakan untuk apa saja, karena pihak yayasan sangat transparan dalam merincikannya.

Ruang tamu yang juga tak luput dilalap sijago merah.  Ist

“Insyaallah yayasan membuka donasi sampai jumlah yang dibutuhkan terpenuhi saja. Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi perhatian,” ujar Peni.

Untuk masyarakat yang ingin memantau perkembangan donasi dan kebermanfaatannya, juga bisa memantau melalui laman media sosial resmi yayasan di akun Facebook Yayasan Nurul Quran Sumbar. YL

0 Comments