Bersama Sanggar Tari Syofyani, Mahasiswi FKG Unand Tampil di France International Folklore Festival 2023

Mutiara Nabila Berlianti

PADANG-Menjadi suatu kebanggaan bagi Mutiara Nabila Berlianti, bisa tampil diajang France International Folklore Festival 2023. Festival bergengsi itu berlangsung 3 Juli hingga 18 Agustus. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas itu menjadi delegasi Indonesia, bersama Sanggar Syofyani Dance and Music Ensemble, dalam festival di sejumlah kota di Prancis.

"Saya senang, bahagia dan bersyukur menjadi delegasi Indonesia di France International Folklore International 2023," kata Mutiara Nabila Berlianti, kepada Singgalang, Senin (4/9).

Mutiara Nabila Berlianti bersama, bersama Sanggar Syofyani Dance and Music Ensemlbe tampil di banyak kota. Seperti Saint Malo, Ambert, Maintenon, Amelie Les Bains dan Montoire. Penampilan mereka bagian dari upaya pelestarian sekaligus promosi budaya Indonesia khususnya Minang, Sumbar

"Festival itu diikuti negara di Asia dan sejumlah negara di Eropa. Untuk negara di Asia diwakili Indonesia dan Filipina," sebut mahasiswi FKG Unand angkatan 2019 itu

Disebutkannya, selama di Francis dia dan tim  mengikuti beragam kegiatan seperti defile, parade, animasi dan pertunjukan. Selain itu mereka juga mengunjungi sejumlah tempat wisata di Prancis. 

"Saat parade kami berjalan kaki seperti pawai menampilkan atraksi hoyak Tabuik Pariaman. Atraksi ini mendapat sambutan dari pengunjung yang menyaksikan parade tersebut. Dan kami pun penuh semangat menampilkannya," sebut anak dari pasangan Musbar dan Salmiati Adnan tersebut.

Dikatakannya, untuk show sendiri, bersama Syofyani Dance and Music Ensemble dipimpin Soni Destriana menampilkan 9 tarian.

"Pertunjukannya ada yang sampai 1,5 jam dengan beragam tarian. Dan bergantian dengan negara lain," tutur Uni Kota Padang 2021-2022.

Selama festival berlangsung, mereka juga melakukan aksi sosial. Rombongan diajak ke panti jompo di Ambert. Di sana mereka tampil menari di depan lansia. Bahkan ada juga kegiatan lainnya mengajari anak-anak tari piring.

Mutiara Nabila Berlianti, mengatakan banyak pelajaran yang bisa diambil selama mengikuti festival tersebut.

"Saat di Perancis saya dan rekan-rekan makin banyak relasi dan banyak teman dari berbagai negara. Bahkan kedatangan delegasi Indonesia tahun ini di Prancis disambut hangat oleh semua volunteer dan panitia serta peserta dari negara lain," tutur Duta Anti Radikalisme Polda Sumbar 2018.

"Saya juga sedikit banyak mengerti bahasa Prancis, yang bisanya hanya bahasa Inggris. Dan publik speaking pun makin terlatih," ucap Berli yang sudah menari sejak usia empat tahun

"Meski disibukkan aktivitas menari, mami selalu berpesan pendidikan itu nomor satu. Jadi imbang, antara pendidikan dan prestasi. Alhamdulillah, sejak mulai dari SD hingga SMA selalu juara. Dan, Alhamdulillah masuk ke Kedokteran Gigi," sambungnya.

Ia berharap tidak hanya dia yang mendapat kesempatan yang sama ke luar negeri, untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Tapi juga semua anak muda di Indonesia pun bisa tampil di kacah internasional. Sebab budaya Indonesia khususnya Minangkabau mendapat sambutan luar biasa dari warga di negara luar tersebut.

"Untuk diri saya sendiri berharap dapat segera menamatkan studinya dan segera koas. Dan meraih titel dokter gigi yang menjadi impian sejak kecil," ujar gadis yang akrab disapa Berli itu.

Tidak hanya tampil di Prancis, Berli sendiri bersama Syofyani Dance and Music Ensemble sebelumnya pernah tampil ini tampil di Malaysia, Singapura dan India.

Sementara sanggar Syofyani sendiri telah mengharumkan nama Indonesia dan Sumbar ke berbagai negara dalam misi budaya. YL

0 Comments