arrow_upward

Tarhib Ramadhan 1443 H, Nevi Zuairina Sampaikan Pentingnya Ketakwaan dan Keikhlasan

Tuesday, 29 March 2022 : 07:58




PADANG-Anggota DPR RI Nevi Zuairina  pada kesempatan tarhib Ramadhan yang diselenggarakan forum Silaturahim Majelis Taklim Sumbar menyampaikan tentang peningkatan ketaqwaan adalah bekal dalam kegiatan menjalankan segala aktivitas.


Ia menekankan, agar ketika memasuki bulan Ramadhan, ada persiapan yang sudah dilakukan yakni memastikan Kebersihan dan kesucian hati atau tazkiyatun nafs dan mempersiapkan diri untuk amalan-amalan istimewa di bulan Ramadhan.


“Ramadhan tahun ini, mesti kita jadikan kesempatan untuk beribadah dengan maksimal dan tidak ada peluang untuk berbuat dosa. Karena dalam Hadits riwayat Bukhari menerangkan apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu”, Kutip Nevi menuturkan.


Legislator asal Sumatera Barat II ini menambahkan, pentingnya keikhlasan di setiap moment baik siang dan malam karena segala aktivitas yang positif bernilai ibadah lebih besar dari bulan-bulan biasanya. Keikhlasan menjadi kekuatan bagi orang-orang yang berpuasa di siang hari dan sholat di malam hari.


“Takwa adalah target Ramadhan. Kitab suci kita, menekankan puasa Ramadhan ini dengan menyeru kepada orang-orang yang beriman, diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelumnya agar bertakwa. Hadist Riwayat Bukhori juga menyebutkan bahwa barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”, kutip Nevi Menambahkan.


Politisi PKS ini mengajak pada peserta yang hadir agar Qooma menghidupkan malam-malam dengan shalat dan bertaqarrub / mendekatkan diri kepada Allah. Karena di bulan Ramadhan, adalah momen untuk meningkatkan keimanan dengan memperbanyak ibadah. 


“Kita semua, dengan berpuasa Ramadhan, semoga senantiasa semakin dekat dengan Allah SWT sehingga keimanan setiap kita juga meningkat. Semoga kita semua ketika berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah (tulus), maka dosa-dosa yang pernah dilakukan di masa lalu akan diampuni”, tutup Nevi. (*) Zuairina.