-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kejamnya Covid-19, Saya Hanya Bisa Melihat Istri dari Balik Jendela

Friday, 5 February 2021 | 07:18 WIB Last Updated 2021-02-05T00:18:10Z

dr. Farhan Abdullah, hanya bisa melihat istrinya yang terpapa Covid-19 dari balik jendela kaca RSUP. M Djamil Padang. dok pribadi


PADANG-Tak kuasa hatinya melihat belahan jiwanya didorong petugas kesehatan masuk ke ruang isolasi pasien Covid-19. Dr. Farhan Abdullah, menatap dari jarak jauh istri tercintanya yang dinyatakan positif terpapar virus menular itu.


"Saat ini istri saya yang terpapar Covid 19, dengan gejala klinis sedang. Saya begitu gelisah sebagai suami. Saat ini saya sebagai dokter penanggung jawab pasien. Hal ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," tulis mantan Dirut SPH, dr. Abdullah, dalam grup Kawal Covid Sumbar.


Curahan hati dr. Farhan disambut doa kesembuhan dari anggota Grup Kawal Covid-19.


Dr. Farhan dengan sabar menunggu di depan pintu rawatan Covid 19 RSUP M. Djamil Padang. Dia lihat istrinya tidur berbalut peralatan medis.


"Saya hanya bisa ngintip lewat jendela, kejam sekali Covid 19 ini. Semua hubungan silahturahmi ditiadakan. Hubungan anak dengan orang tuanya, suami dengan istrinya ketika terpapar Covid 19. Semua nya seperti ada jarak dan pembatas yang ketat. Ampunnnnn," kata dr. Farhan.


"Masih adakah masyarakat yang tidak percaya bahwa Covid 19 ada dan nyata? Saya suami istri sebagai tenaga kesehatan sudah melihat, mengobati, menangani dan sekarang istri saya yang terpapar," sambungnya.

Istri dr. Farhan sesaat sebelum masuk ruangan isolasi Covid-19. dok pribadi


Menurut dr. Farhan, istrinya yang bertugas di RS Adam Malik, dirawat dengan status klinis sedang.  Klinis yang dirasakan gangguan pencernaan dan muntah hebat sampai 15 kali/hari.


Istrinya terkonfirmasi positif tiga hari yang lalu dengan gejala awalnya sejak 8 hari belakang. Beruntung sang istri tak sesak napas karena saturasinya masih bagus. Kemudian perasanya berkurang sedangkan penciumannya masih bagus.


Kesedihannya kian bertambah karena sang istri dirawat di ruangan yang sama saat dia terpapar Covid-19. Bedanya dr. Farhan sebelumnya sempat di icu tujuh hari. Saat itulah dokter berpangkat Kolonel CKM (purn) itu mengira usianya akan berakhir di ruang yang paling ditakuti setiap pasien positif.


dr. Farhan dirawat di RSUP M. Djamil Padang, selama itu dia terus berjuang melawan virus Covid-19 yang bersarang di tubuhnya.


Tubuhnya terasa begitu berat. Napasnya masih sesak ketika itu. Padahal dia sudah menggunakan ventilator. Selama dirawat dia menyaksikan secara langsung orang keluar masuk ruang isolasi. Ada yang sembuh, banyak pula pulang dengan balutan kain kafan. Ketika itulah maut seakan dekat dengan Farhan. Dia berusaha pasrah namun tak mau kalah dengan virus menular tersebut.


Dr. Farhan merupakan satu dari sekian banyak dokter di Sumbar, paling keras menyuarakan perang melawan Covid-19. Tentunya dengan mengajak semua orang untuk menerapkan protokol kesehatan selama wabah melanda.


Sejak awal Covid 19 melanda Sumbar Farhan turun langsung untuk ikut “perang” melawan Covid 19. Dalam sehari dia sanggup melakukan pengambilan swab pasien sebanyak 100 orang. Pasien itu hasil tracing DKK dan jajarannya. Setelah hasil swab diambil lalu dikirim ke lab infeksi FK Unand.


"Mari kita terus menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan setelah beraktivitas. Salam tangguh," pungkasnya. YL


×
Berita Terbaru Update