Anak Putus Sekolah dan Perempuan Ekonomi Lemah Mendapat Pelatihan Menjahit Gratis


Peserta pelatihan menjahit foto bersama dengan jajaran panitia kegiatan. Ist




PADANG
-Sebanyak 30 perempuan putus sekolah dan ekonomi lemah mengikuti pelatihan menjahit yang diselenggarakan BKOW Sumbar. Usai pelatihan selama 40 hari mereka ikut melaksanakan magang disejumlah tukang jahit ternama di Padang.


"Pelatihan masuk dalam program pendidikan kecakapan kerja. Tujuan untuk memberikan skill kepada peserta yang berasal dari anak-anak putus sekolah dan perempuan ekonomi lemah," kata Ketua BKOW Sumbar Ny. Nasrul Abit, jelang akhir pekan lalu. 


Disebutkannya, pelatihan menjahit tersebut merupakan kerjasama Direktorat Jenderal dan Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan program pendidikan kecapakan kerja (PKK)2020. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya. 


"Pelatihan kali ini merupakan yang ke enam kalinya. Lewat pelatihan menjahit tersebut mereka diharapkan bisa menciptakan peluang kerja. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang," terang Wartawati didampingi Ketua Panitia Kegiatan Pendidikan Kecakapan Kerja Sumbar, Ratna Rasista. 


Selama magang peserta diberi perlengkapan menjahit mulai dari bahan dasar dan lainnya. Kemudian mereka juga diberi uang transportasi dan makan siang. Saat ini sebut Wartawati, peserta pelatihan tersebut sedang magang selama enam hari disejumlah tailor di Padang. Setelah itu mereka akan mengikuti uji kompetensi di LKP Surya Air Tawar Padang. Jika lulus mereka diharapkan mampu bekerja atau membuka peluang kerja dalam dunia jahit menjahit. 


Pelatihan menjahit dengan menerapkan protokol kesehatan itu berlangsung sejak 2 November lalu hingga 17 Desember 2020.Pelatihan itu menghadirkan nara sumber berkompetensi di bidang masing-masing.


Sementara, pelatihan menjahit tersebut sangat bermanfaat bagi peserta. Hal itu dikataka salah seorang peserta, Novita.


"Pelatihan menjahit ini sangat bagus. Saya yang awalnya belum bisa menjahit sekarang sudah bisa menjahit. Semoga saya bisa jadi tukang jahit profesional dan bisa membuka peluang kerja. Karena sekarang banyak pengangguran," terang Novita.


Dia berharap PKK dan organisasi perempuan lainnya di Sumbar bisa terus menggelar kegiatan serupa, sebab sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti dirinya.  YL



0 Comments