JAKARTA, KITAPUNYA.ID– Setiap pencapaian raksasa selalu bermula dari sebuah niat yang tulus. 

Bagi ParagonCorp, raksasa kosmetik Tanah Air, pertumbuhan bisnis yang pesat berjalan selaras dengan komitmen mereka dalam memanusiakan manusia. Manifestasi nyata dari filosofi ini tertuang dalam Program Umrah Paragonian, sebuah inisiatif spiritual yang lahir langsung dari ketulusan hati sang Founder, Nurhayati Subakat.

Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2017 hingga pertengahan 2026 ini, program pemutihan spiritual tersebut tercatat telah memberangkatkan lebih dari 5.000 peserta ke Tanah Suci Mekah dan Madinah. Bukan sekadar bonus tahunan, program ini adalah jembatan mimpi bagi ribuan karyawan beserta keluarga mereka.

Berawal dari Niat Sederhana sang Founder

Landasan utama program ini berakar kuat pada nilai Ketuhanan, yang menjadi salah satu pilar inti dalam budaya kerja ParagonCorp. Perusahaan meyakini bahwa profesionalisme sejati tidak hanya diasah melalui peningkatan kompetensi dan performa kerja, melainkan juga lewat kematangan karakter, refleksi diri, serta nilai-nilai kebaikan universal.

"Memberangkatkan haji memiliki proses dan waktu tunggu tersendiri. Jadi, (saat itu) ingin memberangkatkan Paragonian ke Tanah Suci sebanyak-banyaknya melalui umrah dulu," kenang Founder ParagonCorp, Nurhayati Subakat, menceritakan awal mula cetusan ide mulia tersebut.

Niat tulus itu kemudian diformulasikan secara matang oleh manajemen. Sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, program umrah gratis ini didedikasikan bagi para karyawan yang telah mendedikasikan masa baktinya minimal tujuh tahun di perusahaan.

Angka tujuh tahun ini sendiri memiliki cerita unik di baliknya. Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengisahkan bahwa angka tersebut dipilih setelah tim Human Resources (HR) melakukan pemetaan internal atas instruksi langsung dari Nurhayati Subakat.

"Waktu itu Ibu Nur menyebut angka tujuh tahun. Setelah dilakukan pemetaan masa kerja oleh tim HR, ternyata pas, tujuh tahun menjadi titik terbanyak masa kerja Pergantian saat itu," ungkap Astri.

Inklusif Tanpa Sekat Jabatan: Dari BA hingga Manajemen

Salah satu nilai tambah yang membuat program ini begitu menyentuh adalah sifatnya yang sangat inklusif. ParagonCorp meruntuhkan ego struktural; tidak ada sekat jabatan ataupun fungsi pekerjaan dalam pemilihan peserta.

Kesempatan emas ini mengalir adil ke seluruh lini organisasi. Mulai dari Beauty Advisor (BA) yang berada di garda depan penjualan toko, operator mesin di pabrik produksi, tenaga pendukung operasional, staf kantor, hingga jajaran manajemen puncak. Semua memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bersujud di depan Kakbah.

Meskipun sempat diterjang badai pandemi COVID-19 pada periode 2020–2021 yang memaksa adanya penyesuaian regulasi perjalanan internasional, komitmen ParagonCorp tidak goyah. Begitu gerbang Tanah Suci kembali dibuka pada tahun 2022, program ini langsung tancap gas dan terus konsisten bergulir hingga hari ini.

"Di ParagonCorp, kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan setiap individu di dalamnya. Program Umrah menjadi salah satu cara perusahaan memberikan ruang bagi Paragonian untuk bertumbuh secara utuh, tidak hanya dalam perjalanan karier, tetapi juga dalam perjalanan personal dan spiritualnya," tegas Astri Wahyuni.

Mengubah Hidup, Menebar Manfaat Nyata

Dampak emosional dan spiritual dari program ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Laras Anindya Putri. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai Beauty Advisor ParagonCorp asal Yogyakarta ini mengaku tidak pernah menyangka kesetiaannya bekerja selama tujuh tahun akan berbuah hadiah seindah ini.

"Saya sangat bersyukur Allah memberikan jalan melalui ParagonCorp untuk dapat menunaikan ibadah umrah. Kesempatan ini menjadi anugerah yang sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga perjalanan ini menjadi awal untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan membawa lebih banyak manfaat bagi orang-orang di sekitar saya," tutur Laras dengan penuh haru.

Bagi ParagonCorp, melepas keberangkatan ribuan karyawan ke Tanah Suci bukan sekadar urusan membiayai tiket dan akomodasi perjalanan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyuntikkan bahan bakar spiritual ke dalam jiwa para karyawannya.

Perusahaan berharap, sepulangnya dari ibadah umrah, para Paragonian membawa pulang bekal berharga berupa karakter yang semakin matang, kerendahan hati, serta semangat baru untuk terus menebar manfaat, baik untuk keluarga kecil mereka, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas.