JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina, memberikan lampu hijau dan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian.

Langkah ini dinilai sebagai momentum krusial untuk mengubah wajah koperasi di Indonesia agar lebih modern dan berdaya saing global.

Menurut Nevi, pembaruan regulasi bukan sekadar urusan administrasi, melainkan strategi besar untuk memastikan koperasi tetap relevan di tengah tantangan ekonomi modern tanpa kehilangan jati diri sebagai gerakan ekonomi gotong royong.

Tiga Pilar Transformasi

Legislator asal Sumatera Barat II ini menegaskan bahwa untuk membuat koperasi benar-benar tangguh, pemerintah tidak boleh hanya fokus pada aturan di atas kertas. Nevi menekankan tiga aspek komprehensif yang harus diperkuat:

Digitalisasi: Koperasi harus melek teknologi agar operasional lebih efisien.

Akses Pembiayaan: Mempermudah modal agar koperasi bisa ekspansi.

Kapasitas SDM: Membangun kelembagaan yang profesional dan akuntabel.

"Kita ingin koperasi naik kelas, tetapi tetap berakar pada nilai gotong royong dan keadilan. Pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan mendorong transformasi yang inklusif," tegas Nevi dalam keterangannya di Jakarta.

Jangan Tinggalkan Koperasi Kecil

Nevi juga memberikan catatan penting agar proses modernisasi ini tidak "meninggalkan" para pelaku usaha kecil di daerah. Ia memuji komitmen pemerintah yang tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kecanggihan sistem dan perlindungan pelaku usaha mikro.

Ia berharap RUU ini nantinya bersifat inklusif, sehingga koperasi skala kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi di pelosok daerah tetap bisa tumbuh bersama.

Ajak Semua Pihak Terlibat

Lebih lanjut, politisi perempuan PKS ini mendorong agar pembahasan RUU Perkoperasian melibatkan akademisi, praktisi koperasi di daerah, hingga organisasi masyarakat. Keterlibatan banyak pihak ini penting agar aturan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan (implementatif).

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis koperasi Indonesia akan semakin maju, tangguh, dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.