Posko Terpadu Pastikan Kelancaran Penerbangan di Lebaran

 

Bandara Internasional Minangkabau


PADANG PARIAMAN, KITAPUNYA.ID– Bandara Internasional Minangkabau Siap Sambut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memastikan kesiapan operasional menjelang periode Angkutan Lebaran 2026 dengan membentuk Posko Terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara.

Sebagai bagian dari jaringan bandara yang dikelola oleh InJourney Airports di bawah PT Angkasa Pura Indonesia, BIM telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelayanan transportasi udara selama musim mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Posko Angkutan Lebaran di bandara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, ground handling, TNI/Polri, BMKG, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, operator transportasi darat, pengelola parkir, hingga mitra usaha bandara. Sinergi antara semua pihak menjadi kunci kelancaran operasional dan pelayanan penumpang.

“Angkutan Lebaran merupakan momen dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas, operasional, dan koordinasi antarinstansi menjadi fokus utama kami agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman,” ujar perwakilan manajemen BIM.

Dalam Posko Angkutan Lebaran 2026, terdapat beberapa fokus utama, antara lain:

Menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama.

Meningkatkan kualitas pelayanan penumpang dengan prinsip hospitality, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi.

Memastikan kesiapan fasilitas dan infrastruktur, termasuk terminal, apron, peralatan operasional, serta sistem pendukung lainnya.

Memperkuat koordinasi antar stakeholder untuk penanganan cepat berbagai kendala operasional.

Mengantisipasi lonjakan penumpang dan penerbangan tambahan (extra flight) selama musim mudik dan arus balik.

Selain itu, pengelola bandara juga memperhatikan potensi gangguan operasional, seperti cuaca ekstrem atau isu keamanan, yang dapat mempengaruhi kelancaran penerbangan.

BIM mengimbau calon penumpang datang minimal 2–3 jam sebelum jadwal keberangkatan, memastikan dokumen perjalanan lengkap, menggunakan transportasi resmi menuju bandara, serta menyiapkan saldo e-money yang cukup untuk pembayaran parkir secara cashless.

Berbagai moda transportasi tersedia untuk memudahkan akses ke bandara, termasuk Kereta Api Bandara, taksi resmi, transportasi online, bus DAMRI, dan layanan rental kendaraan. Selain itu, fasilitas penunjang seperti food & beverage, coffee shop, retail store, toko oleh-oleh khas Minangkabau, layanan perbankan, dan ATM siap melayani penumpang.

Pengelola BIM berharap dukungan seluruh stakeholder dan rekan media dapat membantu menyampaikan informasi kesiapan pelayanan Angkutan Lebaran. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan nyaman bagi masyarakat.(def*)

0 Comments