BATUSANGKAR, TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID– Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Reuni Lintas Angkatan SMA Negeri 1 Batusangkar yang digelar Minggu (22/3/2026) malam di Gedung Nasional Maharajo Dirajo. Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Tanah Datar, Eka Putra.

Kehadiran orang nomor satu di Tanah Datar itu menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap soliditas dan silaturahmi antaralumni yang terus terjaga lintas generasi.

Dalam sambutannya, Eka Putra menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia yang telah sukses menggelar reuni akbar tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jejaring dan kebersamaan.

“Reuni seperti ini adalah wadah penting untuk menjaga silaturahmi, baik bagi alumni yang berada di kampung halaman maupun di perantauan,” ujarnya.

Eka Putra juga menyambut hangat para alumni yang pulang ke Batusangkar. Ia menilai kemeriahan acara menjadi cerminan kuatnya solidaritas dan kekompakan keluarga besar Smansa.

“Ini bukti bahwa alumni SMA N 1 Batusangkar tetap kompak dan memiliki ikatan yang kuat. Semangat seperti ini harus terus dijaga,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menegaskan peran strategis alumni dan perantau dalam mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, kontribusi alumni tidak hanya dalam bentuk sosial, tetapi juga mencakup edukasi, promosi potensi daerah, hingga dukungan nyata bagi almamater.

“Alumni memiliki kekuatan besar untuk membangun kampung halaman, baik melalui kegiatan sosial, edukasi, hingga promosi wisata. Ini adalah kontribusi nyata yang sangat berarti,” ungkapnya.

Acara berlangsung meriah dengan beragam penampilan seni, mulai dari tari hingga nyanyian yang membangkitkan nostalgia. Momen semakin khidmat saat prosesi penyerahan bendera pataka dari angkatan 2001 kepada DPP Hima Smansa, yang kemudian diteruskan kepada angkatan 2002.

Reuni lintas angkatan ini bukan hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga mempertegas komitmen alumni SMA N 1 Batusangkar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di Tanah Datar. (Wied)