Bentengi Tanah Datar dari Ancaman Marapi, Proyek Sabo Dam Senilai Rp249 Miliar Resmi Dimulai

 

 


TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID– Langkah besar untuk melindungi masyarakat dari ancaman lahar dingin dan sedimen Gunung Marapi resmi dimulai. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memimpin langsung prosesi ground breaking pembangunan Sabo Dam di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Selasa (3/3).

Proyek strategis tahap I ini menelan anggaran fantastis sebesar Rp249,8 miliar. Dikerjakan oleh kontraktor Subuh Berkah KSO, pembangunan ini ditargetkan rampung dalam 739 hari kerja atau pada tahun 2027 mendatang.

Infrastruktur Penyelamat di Titik Rawan

Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan infrastruktur vital untuk keselamatan warga. Di Kabupaten Tanah Datar, direncanakan berdiri 5 unit Sabo Dam yang tersebar di titik-titik krusial:

3 Unit di Sungai Malana.

2 Unit di Sungai Anai.

1 Series River Training Works di Sungai Batang Pagu-pagu.

Tak hanya itu, 3 unit Sabo Dam juga akan dibangun di Sungai Katik, Kabupaten Agam, sebagai satu kesatuan sistem kendali sedimen.

Sinergi Pusat dan Daerah: Dari Usulan Menjadi Nyata

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengapresiasi Pemerintah Pusat yang telah menyetujui 6 dari 40 usulan proyek strategis daerah.

"Ini adalah penantian masyarakat. Kami sangat butuh dukungan dari OPD, Camat, Wali Nagari, hingga seluruh warga agar pembangunan ini berjalan lancar sesuai jadwal. Sabo Dam adalah kunci keamanan kita," ujar Eka Putra.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade, yang turut hadir, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek pusat di Sumatera Barat. Selain Sabo Dam, Andre juga menyoroti perbaikan jalan dan rencana Emergency Safety Area di Panyalaian serta solusi kemacetan di Pasar Koto Baru yang kini mulai terealisasi.

Lebih dari Sekadar Penahan Banjir

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa fungsi Sabo Dam sangat multifungsi. Selain fungsi utamanya sebagai pengendali lahar, keberadaan bendungan ini akan berdampak positif pada sektor ekonomi dan ketahanan pangan melalui manajemen air yang lebih baik.

"Kami mohon dukungan semua pihak, terutama terkait pembebasan lahan, agar manfaat besar dari Sabo Dam ini segera dirasakan masyarakat. Ini adalah upaya kita bersama menjaga nyawa dan aset warga," pungkas Dody.

Harapan Tambahan untuk Wilayah Terdampak

Dalam kesempatan tersebut, muncul pula usulan tambahan untuk pembangunan Sabo Dam di lokasi yang sempat dihantam musibah pada 2025, seperti di Sungai Malalo, Baiang, dan Muaro Ampuh.

Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmantias, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, serta sejumlah tokoh masyarakat yang berharap pembangunan ini menjadi tonggak baru keamanan wilayah lereng Marapi.

0 Comments