arrow_upward

Temuan FKM Unand, Dadiah Bisa Cegah Stunting

Monday, 4 July 2022 : 06:55

PADANG PANJANG – Dadiah (Yogurt khas Minangkabau) ternyata memiliki manfaat bagi ibu hamil, mencegah stunting. Ini merupakan hasil penelitian dari Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas (Unand), dr. Helmizar, SKM, M.Biomed.

“Dadiah setelah diteliti dari segi gizinya, kandungan bakteri baiknya dan manfaatnya, ternyata sangat berguna bagi ibu hamil dalam mencegah stunting,” ungkap Helmizar kepada Kominfo, Jumat (1/7), yang ditemui usai melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting kepada para Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) didampingi Mahasiswa Program Studi Gizi Unand, di Aula DSPPKBPPPA.

Penelitian terhadap puding dadiah ini, sebut Helmizar, dilakukan selama enam bulan dengan sampel sebanyak 150 ibu hamil di Kabupaten Agam dan 70 orang ibu hamil di Kota Padang Panjang. “Bagus hasilnya. Dikonsumsi satu kali dalam sehari,” katanya.

Dikatakannya lagi, dadiah merupakan fermentasi susu kerbau dalam tabung bambu pada suhu ruang selama 24 jam, hingga membentuk tekstur padat menyerupai tahu berwarna putih.

“Dadiah mengandung gizi yang tinggi, namun bervariasi sesuai daerah penghasil dadiah. Karena jenis rumput yang dikonsumsi kerbau juga bervariasi. Di dalam 100 gram dadiah, mengandung zat gizi protein 7,06% dan lemak 8%,” jelasnya.

Di samping itu, dadiah yang diproses dari fermentasi, mengandung Bakteri Asak Laktat (BAL) yang baik untuk menjaga keseimbangan flora normal di usus. “Sehingga membuat proses metabolisme menjadi baik dan optimal yang akan meningkatkan imunitas tubuh,” ujarnya.

Helmizar berharap Pemko bisa bermitra dengan UMKM rumah dadiah untuk disuplai kepada ibu hamil. “Kami berharap UMKM yang kami dampingi, Rumah Dadiah, bisa menjadi mitra bagi Pemko. Bisa mensuplai makanan tambahan untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita. Terutama untuk mencegah stunting ini. Kita menamakan kelompok 1000 hari pertama kehidupan, kebutuhan mereka meningkat, perlu diberikan makanan tambahan,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya juga mencoba mengolah buku panduan tentang makanan tambahan peningkatan gizi untuk kader DAHSAT.”Mahasiswa kami drop mendampingi DAHSAT. Di situ mereka diberikan edukasi,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Faizah beberapa waktu lalu mengatakan, angka stunting di Kota Padang Panjang dari data yang dihimpun kader kesehatan dan posyandu Agustus 2021, dari 3.800 balita, yaitu 15,57 %. Di sisi lain Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) sebagai lembaga berkompeten nasional menetapkan 20%.

”SSGI mengambil sampel sebanyak 70 bayi di Kota Padang Panjang di bulan Oktober 2021. Kita memakai data keduanya. Intinya kita tetap berupaya menurunkan angka stunting dengan pendekatan keluarga,” terang Faizah. MC